Spying is easy, babysitting is hard

Berkisah tentang Bob Ho (Jackie Chan), seorang mata-mata China yang dipinjam oleh CIA untuk membantu kerja mereka memata-matai musuh Amerika. Bob Ho dipinjam karena memiliki keahlian yang lebih daripada mata-mata lainnya. Selama bertugas sebagai seorang spyer, Bob mengaku bekerja sebagai pengusaha pulpen kepada tetangga-tetangganya.

Setelah melakukan misi terakhirnya Bob berencana berhenti dan memulai kehidupan sebagaimana layaknya masayarakat biasa. Bob ingin merasakan ketenangan dan menata kehidupannya kembali bersama tetangga sekaligus kekasihnya, Gillian (Amber Valleta). Namun, keinginan Bob untuk menikahi Gillian terhalang oleh 3 (tiga) anak Gillian: Farren (Madeline Carroll), Ian (Will Shadley), dan Nora (Alina Foley). Mereka tidak menyukai Bob yang kutu buku, tidak fesyenebel, dan hanya seorang penjual pulpen. Bob masih mempunyai satu misi yang harus ia selesaikan sebelum Gillian bersedia menikahinya: memenangkan hati anak-anaknya yang keras kepala

Petualangan Bob dimulai justru setelah dia pensiun sebagai mata-mata.

Penjahat Rusia yang dia tangkap pada misi terakhirnya berakhir lolos dan mulai mengincar anak-anak Gillian karena menyimpan dokumen penting si penjahat. Di satu sisi Bob harus berhadapan dengan anak-anak Gillian (yang dititipkan kapadanya karena Gillian ke luar kota) yang tidak menyukainya dan berusaha membuat mereka menyukai Bob. Di sisi lain Bob harus menghadapai komplotan penjahat tersebut. Kini tugas Bob tidak hanya mengawasi ketiga anak Gillian namun juga melindungi ketiga anak ini dari ancaman para penjahat Rusia yang tak kenal ampun.

Seperti tagline film ini, ternyata menjadi seorang mata-mata lebih mudah ketimbang menjadi seorang pengasuh anak.

Sebenarnya tidak ada yang terlalu menarik dari film ini. Film ini lebih seperti film Bond versi China. Layaknya film spyer lain, film ini juga menyuguhkan peralatan-peralatan canggih yang wajar dimiliki oleh seorang mata-mata kelas dunia.

Bagi penyuka dan penikmat film-film Jakcie (seperti saya), adegan laga dalam film ini terkesan sudah sangat familiar. Gerakan-gerakan pertarungan yang mengundang decak kagum dan kadang tawa penonton bisa banyak disaksikan di film ini. Sayang, Jackie terlihat sudah terlalu tua (55 tahun) untuk melakukan gerakan tersebut. Meski untuk beberapa gerakan tertentu hanya Jackie yang bisa menguasainya. Well, intinya Jackie masih tetap menawan dalam bertarung meski tidak segesit dulu.

Akting Jackie tidak sebagus saat dia memerankan seorang inspektur polisi di New Police Story. Di sana aktingnya sangan awesome! (Seharusnya dia bisa mendapatkan Oscar dari film itu. haha..) Di film ini Jackie terlihat biasa saja sama seperti di film-filmnya yang lain. Satu catatan penting: tidak ada wanita penggoda si mata-mata dalam film ini. Dan itu yang paling saya sukai dari semua film Jackie.

Saya sangat suka akting Nora (Alina Foley) dan Ian (Will Shadley). Akting mereka mengalahkan kelucuan adegan-adegan pertarungan dalam film ini . Sangat menggemaskan.

Ahiya, jangan beranjak dulu dari tempat duduk Anda setelah film selesai. Seperti film-film Jackie yang lain, ada cuplikan bloopers (scene-scene gagal) di akhir film yang biasanya cukup menghibur.

Selamat menonton!