Dari belakang tentunya. ah, sakitnya tak terkira!!
mengutip sedikit lagu afgan, ..semoga Tuhan membalasmu suatu saat nanti.., dengan yang lebih baik tentunya. Amien 🙂

ada puisinya juga lho (tapi mentaaaaaah bgt), ada yg mw nambahin ide ndak?
ini bait pertamanya:

Diamdiam seseorang menusukku;

dari belakang

dengan pisau paling mata

dan peluru paling deru


*bersambung (dalam rencana)